Potret foto peserta dan panitia mapaba 2025, di SMP Hasanudin 5 
Mangkang, (14/09/2025). (Dok.Khusus)

Pmiigusdur.com- Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Rayon Abdurrahman Wahid, Komisariat UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) dengan tema "Menumbuhkan Militansi Kader untuk Restorasi Marwah Pergerakan". Acara ini berlangsung selama tiga hari yaitu pada tanggal 12 – 14 September 2025 yang bertempat di SMP 5 Hasanudin Mangkang Kota Semarang, (14/09/2025).

Kegiatan MAPABA ini adalah gerbang awal untuk menjadi kader PMII. Dalam kegiatan MAPABA tahun ini menghadirkan cerita yang menarik. Di tengah mayoritas yang mengikuti kegiatan MAPABA ini adalah mahasiswa muda, hadir pula seorang peserta MAPABA yang sudah berusia 41 tahun dan sudah bekeluarga, namun ia tetap memiliki semangat dan antusiasme yang tinggi untuk mengikuti kegiatan MAPABA ini.

Seorang peserta MAPABA yang bernama Bapak Ahmad Rohmani ini mengaku tertarik mengikuti MAPABA ini karena ia memiliki keinginan untuk memajukan Indonesia dan menyuarakan kebenaran. ia mengaku dengan mengikuti MAPABA ini sangat cocok sekali karena memiliki peluang untuk berjuang dimasa depan. 

“Saya sangat bersyukur sekali dengan adanya MAPABA dengan kegiatan yang ada di sini ya seru, asyik, kita banyak temen, banyak relasi, menguji adrenalin, menguji mental juga dan cocok untuk menjadi kader-kader pejuang di masa depan”, Ungkapnya.

Saat ditanya tentang kesan pertama mengikuti kegiatan MAPABA ini, ia kaget ternyata dari sekian banyaknya mahasiswa di UIN, organisasi yang paling banyak anggotanya adalah PMII.

"Berarti ini adalah bentuk bahwa mahasiswa itu harus punya jiwa pejuang. Makanya saya semangat ikut", tambahnya lagi.

Ada alasan khusus yang membuatnya mantap untuk mengikuti kegiatan ini, yaitu karena ia mempunyai misi untuk membangun Indonesia. Pak Ahmad Rohmani juga menyadari tentang kondisi Negara Indonesia yang sedang tidak baik-baik saja banyak kalangan elit yang mementingkan kekayaan mereka sendiri dan mengesampingkan rakyat kecil. 

"Sementara saya ini sebagian dari rakyat kecil yang dikesampingkan para pejabat. Otomatis saya harus menyuarakan isi hati saya agar mereka mendengar orang-orang kecil”, ujarnya.

Dengan ikut PMII, Pak Ahmad Rohmani menjadi tau bagaimana ia harus memulai misinya untuk membangun Indonesia. 

"Dengan adanya saya ikut PMII peluang itu akan terbuka lebar untuk saya bisa berjuang memakmurkan Negara Indonesia", ujarnya.

Pak Ahmad Romani juga menyampaikan banyak manfaat yang didapatkan saat mengikuti kegiatan ini yaitu pengetahuan tentang aswaja, bagaimana arti perjuangan, dan juga mendapatkan arahan tentang bagaimana ketika aksi bisa berjalan sesuai dengan aturan. Di akhir wawancara Pak Ahmad Rohmani juga menyampaikan harapannya setelah mengikuti MAPABA. 

"Harapan saya besok, kita khususnya seluruh peserta MAPABA yang masuk di PMII jadi kita di gembleng oleh kakak-kakak tingkat, oleh senior, oleh seluruh pengurus dijajaran PMII seluruh Indonesia agar mereka terbangun jiwa perjuangan hingga terbesit dalam mereka orang yang mau berjuang untuk memperjuangkan rakyatnya yang seharusnya mereka dapattkan tak hanya untuk layaknya pejabat.” Pungkasnya.

Kehadiran peserta MAPABA seperti Pak Ahmad Rohmani menambah kesan tersendiri dalam MAPABA kali ini. Ia membuktikan bahwa semangat untuk belajar dan berorganisasi itu tidak dibatasi oleh usia dan status keluarga.


Reporter: Alya

Editor: Aidil