Foto pembukaan sekolah gender dan advokasi PMII rayon abdurahman wahid komisariat UIN Walisongo 


pmiigusdur.com-Lembaga Pengembangan Studi Advokasi dan Perempuan (LPSAP) PMII Rayon Abdurrahman Wahid Komisariat UIN Walisongo menyelenggarakan kegiatan Sekolah Gender dan Advokasi bertempat di SMK Ma’arif NU 01 Semarang pada Sabtu (15/11/2025). Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 35 kader PMII dan berlangsung selama dua hari, 15–16 November 2025. Tahun ini, sekolah gender dan advokasi mengusung tema “Membangun Kesadaran Kritis atas Kekerasan melalui Perspektif Gender dan Advokasi.”

Dalam sambutannya, Direktur LPSAP menegaskan pentingnya kegiatan ini bagi kader PMII. Ia menyampaikan bahwa “tujuan dari acara ini untuk meningkatkan kesadaran kritis terhadap isu kekerasan berbasis gender serta membekali peserta dengan pemahaman dasar mengenai konsep gender dan sejarah gerakan perempuan.” Menurutnya, kesadaran semacam ini sangat diperlukan agar kader mampu melihat fenomena sosial dengan perspektif yang lebih adil dan sensitif terhadap ketidaksetaraan.

Kopri Komisariat menambahkan bahwa materi yang akan diterima para peserta merupakan pengetahuan yang tidak banyak ditemui dalam perkuliahan formal. “Ilmu yang akan kalian dapatkan di Sekolah Gender dan Advokasi ini sangat jarang kalian dapatkan di bangku perkuliahan,” ujarnya, sebagai penegasan bahwa agenda seperti ini menjadi ruang alternatif bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mereka.

Sementara itu, Kopri Cabang memberikan penjelasan singkat mengenai esensi advokasi dalam sambutannya. Ia menyampaikan bahwa “advokasi itu bukan hanya bagaimana kita membaca persoalan, tetapi bagaimana kita membangun solidaritas dan menciptakan ruang aman di lingkungan kita. Maka dengan mengikuti Sekolah Gender dan Advokasi ini, peserta diharapkan mampu mengimplementasikan serta mendistribusikan pengetahuan yang telah didapat bersama Kopri Komisariat dan Cabang langsung kepada masyarakat.”

Melalui rangkaian materi, diskusi, dan pendalaman isu, kegiatan ini diharapkan dapat membentuk kader yang lebih peka terhadap ketidakadilan yang terjadi di sekitar mereka. Sekolah Gender dan Advokasi ini menjadi salah satu langkah konkret PMII dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya kritis, tetapi juga siap terlibat aktif dalam upaya menciptakan ruang sosial yang aman, adil, dan setara.


Reporter : Nadia
Editor : Aidil