‘Tuhan tidak perlu dibela “ . Kalimat itu sangatlah tidak asing lagi bagi kita semua. Kalimat yang dicetuskan oleh cendekiawan Islam dan termaktub dalam bukunya,  yang sangat di gemari oleh pemuda Indonesia. Siapakah beliau? Beliau adalah K.H Abdurrahman Wahid atau sebutan yang sering kita dengar adalah Gus Dur. Jombang adalah tempat kelahirannya, bertepatan pada tanggal 7 September 1940 dan wafat pada tanggal 30 Desember 2009.

Berbicara mengenai sosok Gus Dur, mungkin hanya sedikit dari kita yang tidak mengetahuinya. Three in one adalah sebutan yang familiar untuk beliau. Kenegarawan, keislaman dan kemanusiaan. Tokoh  presiden RI ke-4, K.H Abdurraman Wahid atau Gus Dur tetap menjadi sosok yang selalu dibanggakan dan dirindukan oleh semua kalangan. Pengaruh yang diberikan oleh beliau sangat mengenang sekali.
Mulai dari memperjuangkan kebangsaan, keagamaan bahkan kemanusiaan. Meskipun kita berbeda keyakinan namun semua itu tidak menjadi pembatas dan larangan kerjasama antara islam dan agama-agama lain. Konsistensi dalam memperjuangkan melindungi kesetaraan semua umat manusia sangatlah diperebutkan. Cara-cara yang beliau tempuh tidak pernah mendekati zona kekerasan. Bahkan gagasan yang beliau bangun itu selalu mengandung pesan konstan yaitu perdamaian. Karena Islam adalah perdamaian.

Bagi Gus Dur, harga kemanusiaan mengatasi segalanya. Selain perjuangan-perjuangan yang pernah Gus Dur usahakan semasa hidupnya dalam hal kemanusiaan dan keagamaan, Gus Dur juga terkenal pintar secara intelektual. Gus Dur memiliki pengetahuan yang sangat luas karena beliau memang gemar membaca buku dari berbagai aliran, mulai dari filsafat Plato hingga Karl Marx. Selain itu, beliau juga politisi yang sempat terlibat dalam pembangunan negara. Saat itu beliau dapat memposisikan diri pada politik kekuasaan. Bagi beliau kekuasaan hanya semata alat, tetapi memiliki arti penting perubahan bagi masyarakat.

Oleh karena itu, Gus Dur beranggapan bahwa terjun kedalam dunia politik kekuasaan adalah bagian dari perjuangan keimanan. Rasa cinta beliau pada tanah air dan bangsa Indonesia sangatlah tertanam pada jiwanya,  mencintai tanah air adalah sebuah bentuk keimanan. Dan mempersatukan agama tanpa membeda-bedakan dengan agama lain adalah bukti kongkrit dari sebuah perdamaian. Dan mewujudkan negara ini damai dan bersatu adalah tugas bagi seluruh muslim dan warga negara Indonesia. Dan berikut adalah 9 nilai keutamaan Gus Dur yang layak kita implementasikan sebagai dasar gerak berproses dalam kehidupan sehari-hari.

1. Ketauhidan

Satu-satunya dzat yang haqiqi dan yang maha segalanya adalah Tuhan.  Salah satu cara yang dilakukan oleh Gus Dur sebagai bentuk keimanan kepada Allah yaitu ketauhidan. Ketauhidan bukan hanya sekedar memahami dan menghapalkan apa yang telah diajarkan oleh Allah. Namun, semua juga disaksikan dan dipantau oleh Beliau. Ketauhidan mengajarkan kita untuk sadar bahwa Dia adalah makhluk yang segalanya. Beliau yang memiliki rahmat kehidupan di alam semesta ini. Nilai ketauhidan menjadi nilai utama dan ideal yang diperjuangkan oleh Gus Dur sehingga mampu melampaui keberhasilan terbentuknya kelembagaan dan birokrasi agama.


2. Kemanusiaan

Manusia adalah makhluk yang diciptakan oleh Tuhan dalam keadaan yang suci. Dan Tuhan menciptakan banyak sekali makhluk di bumi ini.  Kemanusiaan menjadi salah satu nilai keutamaan Gus Dur. Gus Dur sangat menghormati hak setiap orang dengan keputusan mereka masing-masing karena beliau beranggapan bahwa menolak perbedaan termasuk menerapkan sikap kemanusiaan. Oleh sebab itu Kita sebagai kader PMII harus bisa menerapkan jiwa kemanusiaan khalayaknya apa yang telah diajarkan oleh Gus Dur. Pada sejatinya memanusiakan manusia berarti memuliakan penciptanya. Bahkan Gus Dur membela kemanusiaan tanpa syarat oleh sebab itulah Gus Dur dikenal sebagai sosok yang sangat meluas. Gus Dur pun tidak pernah melakukan cara-cara kekerasan atau paksaan dalam memperjuangkan gagasannya untuk membela kaum-kaum minoritas. Namun, pada realitanya apa yang sudah menjadi pemikiran dan perlakuan bisa di terima oleh masyarakat.

3. Keadilan

Keadilan adalah sebuah perjuangan yang telah dilakukan oleh Gus Dur melalui pembelaan. Pembelaan yang dilakukan oleh Gus Dur untuk membela kaum-kaum tertindas dan minoritas. Perlindungan dan pembelaan kepada kalangan kaum yang diperlakukan secara tidak adil merupakan tanggung  jawab dari setiap diri manusia. Sepanjang masanya Gus Dur pun selalu menjunjung tinggi keadilan untuk kaum mustadafin.

4. Kesetaraan

kesetaraan merupakan sumber dari pandangan keadilan. Semua manusia memiliki derajat dan martabat yang sama dihadapan Tuhan. Keimanan membela martabat kemanusiaan dengan meniadakan perbedaan dan diskriminasi adalah upaya yang telah dilakukan oleh Gus Dur dengan menyetarakan seluruh masyarakat tanpa melihat ras, suku, budaya, bahasa maupun agama. Karena menurut Gus Dur setiap orang adalah setara. Salah satu kontribusi Gus Dur terlihat juga ketika berkomitmen melakukan pembelaan terhadap kesetaraan perempuan secara personal kebijakan alternatif terhadap perempuan.

5. Pembebasan

Kesetaraan dan keadilan harus di tegakkan agar seluruh manusia berhak mendapatkan pembebasan. Sebagai manusia kita harus bisa memiliki rasa bebas agar jiwa kita merasa merdeka. Tidak ada rasa keraguan atau rasa yang membelenggu pada diri kita. Karena bagaimanapun Gus Dur selalu mendorong agar kita bisa membebaskan diri kita masing-masing dari keterpurukan.

6. Kesederhanaan

Sebuah pembelajaran yang harus kita pelajari dari kehidupan sehari-harinya Gus Dur adalah kesederhanaan. Kesederhanan adalah sesuatu hal yang menentang kemewahan. Yang paling penting ditekankan dalam keserhanaan bukanlah keterbatasan, melainkan bagaimana gaya style yang proposional yang cukup. Bahkan kita tidak harus berlebihan dan kita lebih memprioritaskan sebuah hal yang dibutuhkan. Bukan hanya menuruti hawa nafsu yang namanya keinginan.

7. Persaudaraan

Persaudaraan akan tercipta dengan sendirinya setelah kita sudah memenuhi tiga aspek atau tiga nilai keutamaan yang meliputi kemanusiaaan, keadilan dan kesetaraan. Gus Dur pun juga telah mengajarkan betapa pentingnya menjunjung tinggi nilai persaudaraan dalam masyarakat. Tidak cukup hanya mengenal interaksi kita dengan yang lain, karena hanya sekedar mengenal itu bukanlah persaudaraan yang sesungguhnya.

8. Keksatriaan

Dalam mencapai keksatriaan kita harus memiliki mental dam memperjuangkan sesuatu yang telah kita yakini. “ tidak ada hal yang mewah yang dimiliki oleh mahasiswa selain gagasan yang ia berikan”. Begitulah kata terakhir yang di ucapkan oleh pemateri mapaba 2018 saat  itu. Salah satu cara untuk menerapkan nilai keksatriaan adalah memperjuangkan gagasan atau ideologi yang telah kita yakini. Sebagai kader PMII kita harus berani berjuang berani mempertahankan gagasan dan berkomitmen dengan sebuah pendirian dan tujuan yang ingin kita raih. Maka jiwa ksatria ini harus benar-benar tertanam dalam jiwa kader PMII. Dengan  adanya jiwa ksatria diharapkan kader PMII berani dan sanggup menghadapi segala rintangan yang menghadang. Dan kita harus bijak dalam mengambil sebuah keputusan.

9. Kearifan tradisi

“ bhineka tunggal ika” adalah salah satu contoh wujud dasar kearifan tradisi yang ada di Indonesia. Kearifan tradisi berawal dari nilai-nilai sosial budaya yang sudah diterap bukan hanyalah warisan yang dimiliki oleh masyarakat, karena kebudayaan adalah seni hidup itu sendiri yang mengatur kebangsaan hidup yang menghasilkan pilar untuk menjaga tatanan sosial.

*Ditulis oleh Prianik Anjar Wati yang saat ini merupakan kader PMII Rayon Abdurrahman Wahid Angkatan Aksara