Ilustrasi terapi jalan kaki

Tekanan darah tinggi sering dialami pada pasien lanjut usia, hal ini dikarenakan terjadi kekakuan pembuluh darah akibat penurunan degeneratif sehingga seluruh organ tubuh mengalami penurunan fungsi. Masalah yang kompleks bagi penderita hipertensi sebenarnya adalah rasa malas bagi penderita hipertensi dalam memeriksakan tekanan darah. Padahal, kunci utama dalam mengontrol tekanan darah pasien hipertensi adalah pemeriksaan tekanan darah secara rutin dan teratur. Ketidaktahuan penderita hipertensi tentang tensinya membuat tekanan darah tinggi tidak pernah diatasi oleh pasien. Apabila tekanan darah tinggi pada penderita hipertensi dibiarkan, maka bisa menimbulkan komplikasi hipertensi yang serius. Bahkan bisa menyebabkan komplikasi yang parah, seperti: Penyakit Ginjal, Serangan Jantung, Diabetes Mellitus, Stroke, serta kematian mendadak.

Banyak sekali terapi non farmakologis untuk menurunkan tekanan darah tinggi pada penderita hipertensi. Salah satu terapi non farmakologis yang murah meriah untuk menurunkan tekanan darah tinggi adalah terapi jalan kaki. Banyak yang tidak tahu bahwa terapi ini bisa menurunkan tensi tinggi pada penderita hipertensi. Terapi yang mudah dan murah yang bisa dilakukan oleh semua orang. Untuk mengantisipasi masalah tersebut,  banyak  penelitian non farmakologis yang menunjukkan penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Salah satunya adalah terapi jalan kaki 100 meter bagi penderita hipertensi. Terapi jalan kaki merupakan salah satu terapi yang melatih gerakan antara kaki dan tangan dalam menggerakkan organ tubuh sehingga akan melatih organ jantung di dalam ketika melakukan gerakan. Berdasarkan penelitian serta survey yang telah dilakukan, ternyata banyak sekali orang yang tidak mengetahui manfaat dari terapi jalan kaki untuk kesehatan tubuh. Banyak orang yang lebih memilih melakukan aktivitasnya dengan transportasi, meski jaraknya cukup dekat dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

Terapi jalan kaki  mudah dilakukan oleh siapa saja dan tidak memerlukan peralatan yang mahal. Selain itu, jalan kaki  tidak menimbulkan efek samping apa pun dari terapi ini. Hal yang harus diperhatikan adalah jangan melakukan latihan berjalan terlalu lama  pada pasien dengan riwayat penyakit jantung, stroke, masa pemulihan, rawat inap dan setelah rawat inap, serta pada pasien dengan kontra indikasi berjalan. Bagi masyarakat yang mempunyai aktivitas yang sangat sibuk, akan terasa sulit melakukan terapi jalan kaki. Padahal, terapi jalan kaki bisa dilakukan pada seseorang yang sibuk bekerja dengan berangkat kerja dengan jalan kaki.

Waktu yang ideal untuk melakukan terapi jalan kaki adalah pada pagi hari  selama 15 hingga 20 menit selama empat hari berturut-turut. Menurut penelitian, jika dilakukan secara rutin dapat menurunkan tekanan darah sekitar 15 mmHg. Studi lain tentang manfaat aktivitas jalan kaki dari Australia menunjukkan bahwa terapi Jalan kaki selama 30 menit di pagi hari bisa menurunkan tekanan darah sebanyak 3,4 /0,8 mmHg.

Jenis terapi jalan kaki yang bisa dilakukan pada penderita hipertensi, antara lain: six minute walking test, jalan kaki cepat, dan jalan kaki lambat. Kontra indikasi terapi jalan kaki adalah pada pasien yang mengalami krisis hipertensi. Krisis hipertensi sendiri merupakan suatu kondisi tekanan darah pada manusia mengalami tekanan diatas 220 mmHg. Pada pasien yang mengalami krisis hipertensi tidak dianjurkan untuk melakukan aktivitas fisik yang berlebihan dikarenakan jika dilakukan bisa menyebabkan pecahnya pembuluh darah.

Dalam teori dari hasil penelitian yang saya lakukan mengemukakan bahwa terapi jalan kaki merupakan salah satu terapi murah untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi, ketika seseorang melakukan nolahraga maka pada pembuluh darah penderita akan mengalami vasodilatasi atau pelebaran pembuluh darah. Saya menganjurkan supaya penderita hipertensi aktif menjalankan terapi jalan kaki untuk mengontrol tekanan darahnya. Terapi jalan kaki bagi penderita hipertensi sangat bagus dilakukan, tetapi hal yang perlu diperhatikan adalah tidak boleh berlebihan sehingga terlalu capek. Terlalu lelah karena aktivitas akan merespon tubuh untuk mengeluarkan hormon Kortisol secara berlebihan yang berdampak pada menyempitnya pembuluh darah. Hormon kortisol memiliki manfaat yang baik bagi tubuh manusia, tapi apabila berproduksi secara berlebihan akan menyebabkan menyempitnya pembuluh darah. Hormon ini akan keluar secara berlebihan apabila seseorang mengalami stres secara berlebihan serta kecapekan.


Penulis: Prima Trisna Aji (Dosen Spesialis Medikal Bedah dari Indonesia, S3 PhD Lincoln College University Malaysia)

Editor: Agstn