Foto bersama setelah diskusi oleh pengurus dan kader PMII Rayon Abdurrahman Wahid Komisariat UIN Walisongo serta mahasiswa dari Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPKat).


Pmiigusdur.com- Biro Sosial dan Keagamaan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Abdurrahman Wahid Komisariat UIN Walisongo menyelenggarakan diskusi lintas agama bertema “Mengulik Perbedaan Tokoh di Al-Kitab dan Al-Qur’an” pada Jumat, 14 November 2025. Kegiatan yang berlangsung di Burjoni ini diikuti oleh pengurus dan kader PMII serta mahasiswa dari Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPKat).

Sahabati Lytsa selaku Koordinator Biro Sosial dan Keagamaan menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan baik dengan sahabat non-muslim serta membuka ruang untuk saling memahami keyakinan masing-masing. "Diskusi ini kami gagas untuk memperluas wawasan keagamaan sekaligus memperkuat toleransi. Dengan saling mengenal, kita bisa membangun keterbukaan dan menghargai perbedaan,” ungkapnya.

Kaila, salah satu peserta, mengaku mendapatkan pengalaman baru setelah mengikuti diskusi tersebut. “Saya jadi tahu bagaimana sudut pandang antara agama Islam dan Katolik dalam memahami kitab suci masing-masing. Meski banyak perbedaan, kami saling menghargai sehingga suasana diskusi mengalir tanpa canggung. Semoga ke depan lebih banyak diskusi seperti ini agar toleransi semakin tumbuh,”tuturnya.

Lesli, koordinator dari STPKat, juga memberikan kesan positif. “Kegiatannya seru. Walaupun berbeda agama, kami tetap menjaga toleransi dan saling menghargai. Saya jadi lebih tahu perbedaan antara Alkitab dan Al-Qur’an. Harapannya, kegiatan seperti ini sering diadakan supaya hubungan antar peserta makin akrab,” ujarnya.

Sementara itu, peserta lain bernama Anam menambahkan bahwa antusiasme para peserta sangat terasa. “Kesan dari saya, semua semangat mendengarkan hal-hal yang sebelumnya belum diketahui dari agama lain. Teman-teman bukan hanya ingin didengar, tetapi juga ingin mendengarkan,” katanya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah kecil namun berarti untuk memperkuat nilai toleransi dan memperluas wawasan keagamaan di kalangan mahasiswa lintas agama.


Reporter : Nadia

Editor : Aidil