Semarang, pmiigusdur.com - Pada 27 Rajab 1435 H bertepatan dengan 26 Mei 2014, PMII Rayon Abdurrahman Wahid Komisariat Walisongo Semarang menggelar Ngaji dan diskusi dalam rangka memperingati Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW. Acara tersebut dilaksanakan di halaman gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa FITK IAIN Walisongo. Agenda tersebut dimulai dengan pembacaan sholawat dan syi’ir tanpo waton kemudian dilanjutkan diskusi Isra’ Mi’raj dengan mengangkat tema “Mengurai Isra’ Mi’raj dari aspek tasawuf”. Diskusi ini mengghadirkan dua orang narasumber, yakni Dr. Ahmad Ismail Outhman (Pakar Linguistik IAIN Walisongo) dan Khoirul Anwar (staff eLSA Semarang).
Diskusi diawali dengan pemaparan Khoirul Anwar yang mengurai Isra’ Mi’raj dari perspektif tasawuf, “Peristiwa  Isra’ Mi’raj bukanlah deklarasi sholat lima waktu, bukan juga peristiwa naiknya Nabi Muhammad ke langit tujuh secara fisik, melainkan pengalaman spiritual Nabi sehingga merasa dekat dengan Allah SWT”, terang Khoirul Anwar. Beliau juga mengutip kitab tafsir karya Jawad, mengenai sejarah sholat. Bahwa sholat sudah dijalankan jauh sebelum Isra’ Mi’raj.
 Sholat agama Islam dikatakan Jawwad Ali mengadopsi kebiasaan masyarakat Arab pada masa pra Islam. Kang Awang (sapaan akrab Khoirul Anwar) juga memaparkan pengalaman spiritual yang dialami tokoh sufi semacam Al Hallaj dan Ibnu Arobi. Bagi Kang Awang, Isra’ Mi’raj juga punya kaitan erat dengan jalan sufi. Isra’ Mi’raj menjadi simbol perjalanan menuju penyatuan diri dengan pencipta yang harus melewati 7 jalan (Maqamat).
Berlanjut kemudian Dr. Ismail Outhman menyampaikan bahwa tidak ada yang perlu dipertanyakan mengenai Isra’ Mi’raj. “Kalau anda sudah yakin tentu anda tidak akan bertanya”, tegas beliau. Konsepsi Iman berbeda dengan ilmu, maka yakini bahwa isra’ mi’raj itu adalah kebenaran walau tanpa pembuktian ilmiah. Bagi beliau Peringatan Isra’ Mi’raj di Indonesia seolah mendapatkan legalitas dengan dijadikan sebagai hari libur nasional.
Serangkaian acara peringatan Isra’ Mi’raj yang diselenggarakan Biro Sosial Keagamaan itu ditutup dengan pengambilan nomor urut bakal calon Ketua PMII Rayon Abdurrahman Wahid masa khidmad 2014-2015. Antusiasme 50 peserta dari berbagai elemen PMII bertahan hingga acara berakhir pukul 22.30. (Abdy)