Ilustrasi dosen yang bijaksana terhadap mahasiswa oleh: Agustin

Pmiigusdur.com- Profesi Dosen merupakan salah satu profesi yang memiliki tujuan yang mempunyai implementasi dua tujuan, yaitu tujuan dunia dan tujuan akhirat. Tujuan sub cabang dunia adalah dimana Dosen mendidik mahasiswa untuk bisa memiliki knowledge yang baik serta kompeten didalam bidang yang diajarkan. Sedangkan sub cabang Akhirat adalah dimana tujuan dosen adalah bisa mendidik mahasiswanya baik dari adab, sikap, tingkah laku, ibadah dan berorientasi akhirat.

Kalau ditelisik lebih mendalam profesi Dosen adalah suatu profesi yang sangat mulia ketika seseorang dosen memiliki tujuan berorientasi baik tujuan Dunia dan Akhirat. Orientasi dunia tersendiri akan menghasilkan output mahasiswa yang berkualitas serta memiliki kompetensi yang bagus sehingga mudah mendapatkan pekerjaan setelah lulus kuliah. Sedangkan orientasi Akhirat sendiri akan memiliki kebermanfaatan dari segi Internal dan Eksternal. Dari segi internal yaitu bermanfaat bagi diri sendiri dimana seorang dosen ketika seseorang mahasiswanya mendapatkan ilmu yang diajarkan dan diterapkan oleh mahasiswa sehingga akan bermanfaat bagi sesama sehingga dosen tersebut akan mendapatkan amal jariyah. Amal jariyah sendiri yaitu amal yang terus mengalir kepada seseorang meskipun seseorang tersebut sudah meninggal dunia. Sehingga dosen akan mendapatkan pahala yang nanti akan menjadi bekal ketika di Akhirat.
Sedangkan dari segi Eksternal adalah dosen merupakan salah satu tombak paling terdepan dalam membentuk calon pemimpin–pemimpin bangsa. Karena calon pemimpin bangsa salah satunya ditempa dari bangku Sekolahan serta perkuliahan. Selain itu kebermanfaatan dari segi eksternal akan membuat ilmu tersebut akan terus berkembang dan meningkat serta bermanfaat kepada masyarakat banyak apabila juga diterapkan bagi masyarakat sekitar.
Seorang dosen yang baik adalah dosen yang membimbing mahasiswa dengan cara mengarahkan serta memberikan petunjuk bukan dosen yang hanya menyalahkan pekerjaan mahasiswa tanpa memberi tahukan kesalahannya dimana. Fenomena sekarang memang ada beberapa dosen yang hanya menyalahkan pekerjaan mahasiswa tanpa memberikan solusi. Kadang juga ditemukan dosen yang menganggap mahasiswanya tidak tahu apa-apa ketika ditanya, padahal kemampuan dosen dengan mahasiswa berbeda. Maka dari itu, ketika kita menjadi dosen ketika membimbing mahasiswa jangan sampai menyamakan kemampuan mahasiswa dengan dosen dikarenakan mahasiswa adalah salah satu objek yang pertama kali diberikan stimulus dalam bentuk pembelajaran. Jadi, mahasiswa sangat memerlukan untuk dibimbing dan diarahkan serta diberikan solusi supaya mental mahasiswa tidak “down” ketika tidak bisa menjawab pertanyaan. Sehingga peran dosen dalam membangkitkan mental mahasiswa bisa dijalankan dengan baik, sehingga semangat mahasiswa untuk terus belajar bisa terus terjaga dan meningkat.
Ketika mahasiswa D3, S1, S2 ataupun S3 ketika menjalani Ujian Akhir seperi Karya Tulis Ilmiah, Skripsi, Tesis dan Disertasi fenomena di Indonesia banyak dosen penguji yang bahkan yang biasanya mengajar didalam kelas tidak killer menjadi killer ketika menguji. Banyak Dosen yang menjatuhkan mental mahasiswa sehingga ketika proses ujian sidang banyak mahasiswa yang nge-blank tidak bisa menjawab karena grogi. Hal ini akan membuat mahasiswa sulit berkembang untuk mengemukakan kreatifitasnya.
Hal ini sangat berbeda ketika kita kuliah diluar negeri, Dosen diluar negeri ketika menguji ujian sidang baik Skripsi, Tesis ataupun Disertasi mereka tidak pernah menjatuhkan mahasiswa ataupun mencari kesalahan. Tetapi mereka kebanyakan lebih memberikan masukan yang membangun dan memberikan support supaya Laporan mahasiswa cepat selesai dengan baik.
Tentu fenomena ini menjadi momok bagi pembelajaran di Indonesia, jangan sampai hanya karena mewariskan tradisi ritual pembantaian terhadap Ujian Sidang mahasiswa diteruskan sampai anak cucu. Kebanyakan Dosen yang menguji dengan sangat killer mempunyai riwayat ketika dulu ujian sidang Skripsi juga diperlakukan sama dengan cara membantai mahasiswa.
Tentunya mata rantai setan ini harus segara diputus, sebelum semua ini akan menjadi kebudayaan dan menjatuhkan mental mahasiswa sendiri. Meski tidak semua dosen melakukan hal yang sama ketika ujian sidang, tetapi dengan menerapkan dengan diri sendiri akan mengubah semua tradisi Pendidikan yang ada di Indonesia. 
Menurut saya, sebenarnya dosen dan mahasiswa adalah salah satu simbiosis mutualisme yang tidak dapat dipisahkan. Dikarenakan mahasiswa sangat memerlukan dosen untuk bimbingan serta pengarahan dalam penyerapan ilmu. Sedangkan dosen memerlukan mahasiswa untuk sarana pengajaran ilmu pengetahuan serta sebagai wadah penerapan ilmu pengetahuan amal jariyah. Selain itu dalam melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan, Pengabdian Masyarakat dan Penelitian untuk melibatkan mahasiswa. Ketika mahasiswa selalu dilibatkan dalam Tri Darma Perguruan Tinggi maka mahasiswa akan bisa menyerap ilmu serta mempraktekkan ilmu yang sudah didapatkan. Jadi diharapkan hubungan dosen dan mahasiswa bisa terjalin dengan profesional dan baik sehingga mendapatkan hasil output sesuai target yang sudah ditetapkan.

Penulis: Dr. Prima Trisna Aji, S.Kep., Ns., M.Kep,, Sp.KMB., PhD (lincoln college university, Malaysia)


Editor: Husen