Karya: Kholifatim Muallimah
Delapan puluh tahun Indonesia merdeka
Sembilan belas tahun aku besar di negeri ku
tercinta
Direngkuh hangat oleh uluran tangan ayah bunda
Dengan nikmat merdeka dari para pahlawan dunia
Tetapi perlawanan itu di mulai lagi
Ketika nafsu dan rakus itu mulai merasuki
Tanah kelahiran ku resmi menjadi ladang korupsi
Oleh para tikus tikus busuk tak punya hati
Oh ibu periwi .....
Kekuatan apalagi yang kini ku miliki
Ketika suara kami kini tidak di dengar lagi
Ketika harapan kami terus menerus di nodai
Ketika kepercayaan kami terus menerus di kuliti
Demi darah yang telah menggenangi dunia ini
Sungguh kami benar benar tak tahu lagi
Apakah etis jika kali ini ku menangis
Diatas tanah merdeka yang telah ibu pertiwi
beri
Tanah perih berduri yang kucintai
Tunggu aku sedikit lebih dewasa lagi
Untuk aku menjadi relawan penyalur aspirasi
rakyat ini
Demi mekarkan bunga indah di tanah perih yang
berduri.



0 Komentar