freepik.com

Karya: Kholifatim Muallimah

Delapan puluh tahun Indonesia merdeka

Sembilan belas tahun aku besar di negeri ku tercinta

Direngkuh hangat oleh uluran tangan ayah bunda

Dengan nikmat merdeka dari para pahlawan dunia

 

Tetapi perlawanan itu di mulai lagi

Ketika nafsu dan rakus itu mulai merasuki

Tanah kelahiran ku resmi menjadi ladang korupsi

Oleh para tikus tikus busuk tak punya hati

 

Oh ibu periwi .....

Kekuatan apalagi yang kini ku miliki

Ketika suara kami kini tidak di dengar lagi

Ketika harapan kami terus menerus di nodai

Ketika kepercayaan kami terus menerus di kuliti

 

Demi darah yang telah menggenangi dunia ini

Sungguh kami benar benar tak tahu lagi

Apakah etis jika kali ini ku menangis

Diatas tanah merdeka yang telah ibu pertiwi beri

 

Tanah perih berduri yang kucintai

Tunggu aku sedikit lebih dewasa lagi

Untuk aku menjadi relawan penyalur aspirasi rakyat ini

Demi mekarkan bunga indah di tanah perih yang berduri.