Dok. Khusus

Probolinggo – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) Probolinggo menggelar Masa Perkenalan Calon Anggota (MAPERCA) II sebagai bagian dari proses kaderisasi organisasi. Kegiatan yang berlangsung di Aula Pantai Duta, Kabupaten Probolinggo, Senin (15/6/2026), menjadi wadah pembentukan karakter dan penguatan kapasitas intelektual calon anggota.

Mengusung tema “Mencetak Kader Profesi Hukum yang Visioner, Kritis, dan Berintegritas di Tengah Dinamika Era Modern”, kegiatan tersebut diikuti puluhan mahasiswa hukum yang antusias mengikuti setiap rangkaian acara sejak pagi hingga selesai.

Meski dilaksanakan di lokasi yang sederhana, semangat peserta dalam mengikuti proses kaderisasi terlihat tinggi. Berbagai materi dan diskusi yang disajikan diarahkan untuk memperkenalkan nilai-nilai organisasi sekaligus membangun pola pikir kritis dalam menghadapi tantangan dunia hukum yang terus berkembang.

Ketua DPC PERMAHI Probolinggo, Efrilia Yusril, menyampaikan bahwa kaderisasi merupakan bagian penting dalam menciptakan regenerasi organisasi yang berkualitas. Menurutnya, mahasiswa hukum perlu dibekali tidak hanya dengan kemampuan akademik, tetapi juga integritas serta kepedulian terhadap persoalan sosial dan hukum di masyarakat.

“Melalui MAPERCA ini kami ingin menanamkan semangat belajar, berpikir kritis, dan membangun integritas sejak dini. Kader hukum harus mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa organisasi menjadi ruang pembelajaran yang efektif bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama yang akan dibutuhkan ketika terjun ke dunia profesi.

Sementara itu, perwakilan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PERMAHI, Raden Muhammad Fajri, S.H., mengapresiasi semangat para peserta yang mengikuti kegiatan dengan penuh kesungguhan. Ia menilai antusiasme tersebut menunjukkan bahwa minat mahasiswa untuk meningkatkan kapasitas diri melalui organisasi masih sangat baik.

Dalam kesempatan itu, Fajri mengingatkan pentingnya memperkuat budaya literasi dan kajian hukum di kalangan mahasiswa. Menurutnya, perkembangan isu hukum saat ini menuntut generasi muda untuk terus memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan analisis.

“Mahasiswa hukum harus aktif mengikuti perkembangan hukum dan sosial yang terjadi. Kemampuan berpikir kritis lahir dari kebiasaan membaca, berdiskusi, dan mengkaji persoalan secara mendalam,” katanya.

Ia berharap proses kaderisasi yang dilakukan PERMAHI mampu melahirkan generasi hukum yang memiliki kompetensi akademik, keberanian menyampaikan gagasan, dan komitmen kuat terhadap nilai-nilai keadilan.

Melalui MAPERCA II ini, DPC PERMAHI Probolinggo berupaya menyiapkan kader-kader muda yang tidak hanya memahami hukum secara teoritis, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan, integritas, dan tanggung jawab sosial. Harapannya, para peserta dapat tumbuh menjadi calon praktisi maupun akademisi hukum yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan hukum dan masyarakat Indonesia. (Rif).

Reporter : Riki Bondowoso

Editor : Nadiyya